Dinas Kesehatan Gelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Putussibau, Senin 22 Apr 2019
Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit karena infeksi terus dilakukan pemerintah. Lantaran infeksi bisa menimbulkan masalah kesehatan, dari yang spele hingga cukup serius.
Di Kabupaten Kapuas Hulu sendiri secara umum tingkat kasus infeksi ini relatif turun. Namun demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu tak ingin lengah, karenanya perlu langkah – langkah pencegahan sejak dini.
Dalam rangka mengingatkan kembali pentingnya pencegahan infeksi, khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu menggelar workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi pada Pelayanan Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2019, Senin (22/4/2019) pagi. Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang gedung DPRD Kabupaten Kapuas Hulu tersebut menghadirkan dua narasumber dari rumah sakit Universitas Gajah Mada diantaranya dr. Tjahjono Koentjoro, MPH.,DrPH dan dr. Linda Kurniawati, MPH.
Pada kesempatan tersebut dr. H. Harisson, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu menyampaiakan, diselenggarakannya workshop tersebut dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama yang ada di Bumi Uncak Kapuas.
“Selainitu juga dalam rangka mengimplementasikan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan penanggulangan infeksi di Puskesmas. Disitu banyak sekali langkah – langkah pencegahan infeksi yang harus dilakukan baik di rumah sakit maupun di Puskesmas,” kata Harisson yang juga pemateri pertama dalam workshop tersebut.
Untuk itu sambung Harisson, perlu adanya penekanan terhadap petugas kesehatan di Puskesmas, agar mereka nanti benar – benar melakukan pelayanan terhadap pasien sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan tersebut.
“Jadi jangan sampai nanti ada pasien kita yang terkena infeksi dari sebuah pelayanan itu,” tambahnya.
Lebih lanjut Harisson menyampaikan bahwa tingkat kasus infeksi di Kabupaten Kapuas Hulu memang cendrung menurun. Yang meningkat justru kasus non infeksi atau tidak menular, seperti setruk dan impertensi. 
“Cuma memang infeksi ini harus terus kita tekan, jangan sampai lengkah lalu terjadi peningkatan kasusnya,” pungkas Harisson. (*)