DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Puskesmas Empanang Lakukan Kunjungan Rumah, Perkuat Pendampingan Balita dengan Masalah Gizi
Empanang , Minggu 08 Nov 2026
 
EMPANANG – Dalam upaya meningkatkan status gizi anak serta mencegah terjadinya stunting, Puskesmas Empanang melaksanakan kegiatan kunjungan rumah bagi bayi dan balita dengan masalah gizi di Desa Keling Panggau, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Jumat (7/11/2026).
 
Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan dan Pemantauan Status Gizi Bayi dan Balita melalui Kunjungan Rumah sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Masalah Gizi”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tenaga gizi Puskesmas Empanang, yaitu Yosephina, A.Md.Gz., dan Yuliana Dewi Mante, S.Tr.Gz., dengan sasaran satu orang balita yang mengalami masalah gizi beserta orang tua atau keluarganya.
 
Kunjungan rumah ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan secara langsung untuk memastikan bayi dan balita dengan masalah gizi mendapatkan pemantauan, pendampingan, serta edukasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.
 
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan kondisi kesehatan dan status gizi balita melalui pengukuran antropometri, meliputi berat badan dan tinggi atau panjang badan. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui perkembangan pertumbuhan anak sekaligus menjadi bahan penilaian terhadap kondisi status gizinya.
 
Selain pemeriksaan fisik dan pengukuran pertumbuhan, petugas juga melakukan pengkajian terhadap pola makan, riwayat kesehatan, pola asuh keluarga, serta kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi anak.
 
Pada kesempatan tersebut, orang tua atau keluarga mendapatkan edukasi dan konseling mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang sesuai usia dan kebutuhan anak. Keluarga juga diberikan pemahaman mengenai pola pemberian makan yang tepat, pemanfaatan bahan pangan bergizi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
 
Petugas turut menekankan bahwa keberhasilan perbaikan status gizi anak tidak hanya bergantung pada pelayanan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dalam memberikan asupan makanan yang cukup, berkualitas, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
 
Dari hasil kegiatan, telah terlaksana kunjungan rumah terhadap satu balita dengan masalah gizi. Petugas berhasil memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan, pola makan, pola asuh, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi anak. Keluarga juga telah menerima edukasi dan pendampingan sebagai langkah awal dalam mendukung perbaikan status gizi balita.
 
Seluruh hasil pemeriksaan dan kunjungan didokumentasikan sebagai bahan evaluasi serta dasar tindak lanjut program gizi Puskesmas Empanang.
 
Puskesmas Empanang berharap melalui kegiatan pendampingan secara langsung ini, orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Selain itu, kerja sama antara tenaga kesehatan, keluarga, kader, dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga setiap permasalahan gizi pada bayi dan balita dapat diketahui serta ditangani sedini mungkin.
 
Upaya pencegahan stunting harus dimulai dari perhatian terhadap setiap anak, termasuk melalui pemantauan pertumbuhan, pendampingan keluarga, dan pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini. (*)