DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Dinkes PP dan KB bekerjasama dengan UPT Pelkes Provinsi Kalbar Gelar Pelatihan bagi Tenaga Entomolog
PONTIANAK , Selasa 29 Sep 2026
 
PONTIANAK – Upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan surveilans serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit terus dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit bagi Tenaga Entomolog di Puskesmas, yang dilaksanakan di UPT Pelatihan Kesehatan (Pelkes) Provinsi Kalimantan Barat, 28 September hingga 3 Oktober 2026.
Pelatihan diselenggarakan UPT Pelkes Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga entomolog di Puskesmas, khususnya dalam melakukan surveilans, identifikasi, pemetaan serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit sebagai bagian penting dalam mencegah penularan penyakit.
Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, H. Sudarso, S.Pd., M.M., hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan. Ia didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Benidiktus Aphau, S.K.M., beserta jajaran.
Turut hadir jajaran UPT Pelkes Provinsi Kalimantan Barat serta para peserta yang merupakan tenaga entomolog dari Puskesmas. Pelatihan menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak.
Dalam sambutannya, H. Sudarso menyampaikan bahwa penyakit tular vektor masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, termasuk di Kabupaten Kapuas Hulu.
Menurutnya, salah satu upaya penting dalam pengendalian penyakit tular vektor adalah memperkuat surveilans dan pengendalian faktor risiko melalui pengendalian vektor. Surveilans dan pengendalian vektor menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan penyakit.
“Jika vektor dapat dikendalikan dengan baik, maka risiko penularan penyakit dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan surveilans dan pengendalian penyakit tular vektor di tingkat Puskesmas membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi dalam melakukan surveilans dan pengendalian vektor, termasuk kemampuan mengidentifikasi spesies dan bionomik vektor, serta melakukan pemetaan, pencatatan dan pelaporan.
“Karena itu, pelatihan ini sangat penting bagi petugas Puskesmas sebagai ujung tombak pengendalian penyakit tular vektor, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu,” jelasnya.
H. Sudarso berharap pelatihan tersebut dapat mendukung pemenuhan kualitas dan kuantitas tenaga entomolog di Puskesmas, sehingga setiap Puskesmas mampu melaksanakan surveilans dan pengendalian vektor sesuai pedoman teknis serta standar operasional prosedur yang berlaku.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat segera diterapkan di Puskesmas masing-masing.
Kepada penyelenggara, narasumber dan fasilitator, ia berharap seluruh materi dapat disampaikan secara optimal serta peserta mendapatkan pendampingan sehingga mampu menyerap pembelajaran dengan baik.
Sementara kepada panitia, H. Sudarso berpesan agar seluruh rangkaian pelatihan didampingi secara maksimal sejak awal hingga selesai, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat kendala teknis maupun nonteknis.
“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, kami berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas,” pungkasnya. (*)