DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Puskesmas Seberuang Edukasi Siswa SMAN 1 Seberuang tentang Bahaya Asap Karhutla
Seberuang , Senin 07 Sep 2026
Puskesmas Seberuang Edukasi Siswa SMAN 1 Seberuang tentang Bahaya Asap Karhutla
 
 
 
SEBERUANG — Upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Puskesmas Seberuang. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, edukasi kesehatan juga diberikan kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini.
Pada 3 September 2026, Puskesmas Seberuang melaksanakan kegiatan sosialisasi dampak kabut asap sekaligus pembagian masker di SMAN 1 Seberuang. Kegiatan tersebut menyasar seluruh siswa dan siswi serta dewan guru.
Kegiatan dilaksanakan oleh Plt. Istiyani, A.Md.Kep, Natalia Rami, S.K.M, Frans Adipa Tri Abdi, A.Md.Kep, Marsianus Pikan, A.Md.Kesling, dan Konstansius Rudy, A.Md.KG.
Mengusung tema “Ayo..... Gunakan Masker & Lindungi Diri dari Asap Karhutla Sebaik Mungkin”, petugas Puskesmas Seberuang memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya perlindungan diri ketika terpapar asap, debu, dan polusi udara.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diingatkan bahwa paparan asap dan partikel berbahaya dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko paparan serta membantu mencegah penularan penyakit saluran pernapasan.
Selain edukasi, petugas juga membagikan masker kepada siswa dan guru sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah.
Puskesmas Seberuang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian masker semata. Lebih jauh, para siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kedisiplinan untuk menggunakan masker ketika kondisi udara tidak sehat serta mampu menerapkan perilaku hidup yang dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong kebiasaan hidup sehat, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap karhutla.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan siswi terhadap pentingnya perlindungan kesehatan, sekaligus membantu mengurangi risiko paparan debu, asap, polusi, maupun partikel berbahaya secara langsung.
Puskesmas Seberuang mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menganggap remeh kabut asap. Menggunakan masker bukan sekadar mengikuti imbauan, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. (*)