Puskesmas Suhaid Gelar Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan PMT Berbasis Pangan Lokal Tahun 2026
SUHAID – Puskesmas Suhaid menggelar Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Risiko KEK, serta Balita Gizi Kurang Tahun 2026, di Aula Puskesmas Suhaid, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dipandu oleh tenaga gizi Puskesmas Suhaid, Renny Permatasari, A.Md.Gz., dan Kartika, S.Tr.Gz., ini diikuti oleh kader kesehatan serta Ketua PKK desa sebagai mitra penting dalam pelaksanaan program perbaikan gizi di masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan dari Kepala Puskesmas Suhaid dan Ketua TP-PKK Kecamatan Suhaid. Selanjutnya peserta menerima materi mengenai pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal, kemudian mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab sebagai wadah berbagi pengalaman, menyampaikan kendala di lapangan, serta mencari solusi bersama untuk meningkatkan efektivitas program.
Pertemuan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan program PMT dalam memperbaiki status gizi balita gizi kurang dan ibu hamil KEK, mengidentifikasi berbagai hambatan selama pelaksanaan di lapangan, serta meningkatkan kapasitas kader dalam mengolah dan menyajikan makanan tambahan berbasis pangan lokal yang memenuhi standar gizi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal dapat semakin optimal, mulai dari ketepatan sasaran, kualitas menu yang diberikan, hingga peningkatan kepatuhan sasaran dalam mengonsumsi makanan tambahan. Dengan demikian, balita yang mengalami masalah gizi dan ibu hamil berisiko KEK dapat memperoleh perbaikan status gizi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya percepatan pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Suhaid.
Pertemuan evaluasi berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh 70 peserta. Tingginya partisipasi kader kesehatan dan pengurus PKK menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program perbaikan gizi melalui pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat, bergizi, dan mudah diperoleh oleh masyarakat. (*)