Puskesmas Badau Perkuat Peran Kader Posyandu Melalui Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sik
BADAU – Puskesmas Badau terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Siklus Hidup yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, di Gedung Posyandu Mekar Sari Badau. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Peran Kader Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Terpadu Siklus Hidup”.
Kegiatan yang dipandu oleh Leonardus Eko L. Suling, S.K.M. dan Rify Doresson, S.K.M. ini diikuti oleh 11 peserta. Sasaran kegiatan mencakup seluruh tahapan usia, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia), sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan edukasi terkait pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup serta penguatan kapasitas kader dalam melakukan pemetaan masalah kesehatan di masyarakat. Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai pelayanan kesehatan terintegrasi untuk seluruh kelompok usia guna memastikan setiap individu memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan pada setiap tahap kehidupannya.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan peran aktif kader Posyandu dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, serta melakukan tindak lanjut terhadap berbagai permasalahan kesehatan secara komprehensif. Kader diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu menjangkau warga hingga ke tingkat keluarga.
Melalui kegiatan ini, kader Posyandu juga didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan 25 keterampilan dasar kader, melakukan deteksi dini masalah kesehatan berdasarkan tahapan siklus hidup, serta lebih aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui kegiatan kunjungan rumah.
Puskesmas Badau berharap penguatan kapasitas kader ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah kerja, sehingga berbagai masalah kesehatan dapat teridentifikasi lebih awal dan ditangani secara tepat. Dengan keterlibatan aktif kader dan masyarakat, diharapkan upaya promotif dan preventif dapat berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas di setiap tahap kehidupan.