DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Dinkes PPKB Gelar Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit, Cegah Kematian Ibu dan Bayi
Putussibau, Jumat 12 Jun 2026
 
dinkes.kapuashulukab.go.id
PUTUSSIBAU – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi di Aula Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, H. Sudarso, S.Pd., M.M., serta dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Helena, S.K.M., Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga (Kesga) Bidang Kesehatan Masyarakat Lidiwati, S.K.M., dan jajaran staf terkait.
Pertemuan ini melibatkan sebanyak 41 peserta yang terdiri dari penanggung jawab Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di 23 puskesmas se-Kabupaten Kapuas Hulu, perwakilan rumah sakit, klinik, tempat praktik mandiri bidan (TPMB), apotek, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber diantaranya dr. Erni Suryani Wongso, M.M.,SpOG.,MARS dan dr. Mas Agung Ginanjar, M.Sc., Sp.A.
Evaluasi bersama ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus mencari solusi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Kapuas Hulu.
Penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui forum ini kita dapat memperkuat koordinasi, mengevaluasi layanan yang telah berjalan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar setiap ibu dan bayi mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Berbagai materi strategis disampaikan dalam pertemuan tersebut, mulai dari kebijakan penurunan AKI dan AKB, deteksi dini melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dalam pencegahan kasus kegawatdaruratan maternal, hingga penguatan kompetensi bidan dalam pelaksanaan Antenatal Care (ANC) terpadu berkualitas dan stabilisasi pra-rujukan kasus kegawatdaruratan maternal dan perinatal.
Peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai analisis klinis penyebab utama kematian neonatal. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dalam mengenali faktor risiko dan melakukan intervensi yang tepat untuk menekan angka kematian bayi baru lahir.
Selain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kegiatan juga difokuskan pada penguatan sistem data melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR). Sesi ini membahas verifikasi data, analisis kematian maternal dan perinatal, serta penguatan kualitas pelaporan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan intervensi kesehatan yang lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara puskesmas, rumah sakit, klinik, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak. Dengan kolaborasi yang baik, target penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan dapat tercapai secara optimal. (*)