DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Modifikasi Pelayanan Kesehatan DTPK di Dusun Nanga Taman
Hulu Gurung , Jumat 22 May 2026
 
PUSKESMAS HULU GURUNG- Puskesmas Hulu Gurung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan Modifikasi Pelayanan Kesehatan di wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan), khususnya di Kawasan Hutan (KH) dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Tahun 2026 di Dusun Nanga Taman, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar maupun spesialistik bagi masyarakat yang berada di kawasan hutan dan komunitas adat terpencil.
Dari Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu hadir Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Khusus Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK), Ns. Luciana Kabang, S.Kep., M.Kep beserta staf. Sementara dari Puskesmas Hulu Gurung turut hadir Kepala Puskesmas David Toon, SST, Kesling, dokter umum dr. Damianus Tarigan serta dokter spesialis anak dari RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau dr. Mas Agung Ginanjar, M.Sc., Sp.A.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat Hulu Gurung, Zulfauji, A.Ma. S.Mn. 
Sementara itu, Camat Hulu Gurung mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut karena sangat membantu masyarakat di wilayah pedalaman dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Berbagai pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat, meliputi pelayanan kesehatan bayi dan balita, anak pra sekolah, anak sekolah, hingga pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia). 
Selain itu juga dilaksanakan pelayanan kesehatan spesialistik anak, penyuluhan kesehatan, praktik cuci tangan 6 langkah, serta sikat gigi massal bagi para siswa.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat sebanyak 36 anak, 105 lansia, dan 50 siswa/siswi mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan penyuluhan ibu bayi dan balita yang dikemas dalam on the job training (OJT) diikuti oleh 36 peserta, serta 31 peserta OJT dari tenaga kesehatan dan lintas sektor.
Melalui kegiatan ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah terpencil dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok Kabupaten Kapuas Hulu. (*)