Puskesmas Pengkadan Bekerjasama Dengan Dinkes PP dan KB Gelar Pelayanan DTPK di Desa Sasan
dinkes.kapuashulukab.go.id
PENGKADAN – Puskesmas Pengkadan bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan Modifikasi Pelayanan Kesehatan di wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan), khususnya di Kawasan Hutan (KH) dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Tahun 2026 di Desa Sasan, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan dasar maupun spesialistik kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Khusus Bidang PSDK Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Ns. Luciana Kabang, S.Kep., M.Kep beserta jajaran staf. Dari Puskesmas Pengkadan turut hadir Kepala Puskesmas Pengkadan Sudadi, S.Tr.Kep, Dokter Umum dr. Albert Tito, serta Dokter Spesialis Anak dr. Mas Agung Ginanjar, M.Sc., Sp.A.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Pengkadan, A. Syahrizal, S.E. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelayanan kesehatan di Desa Sasan yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Karenanya Camat Pengkadan sangat mengapresiasi sinergi antara Puskesmas Pengkadan bersama Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Adapun pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan bayi dan balita, anak pra sekolah, anak sekolah, serta ibu hamil. Selain itu juga dilaksanakan pelayanan kesehatan spesialistik anak, penyuluhan kesehatan, praktik cuci tangan enam langkah, serta sikat gigi massal bagi siswa dan siswi.
Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 71 anak, 2 ibu hamil, serta 50 siswa dan siswi mendapatkan pelayanan kesehatan dan edukasi kesehatan.
Melalui kegiatan Modifikasi Pelayanan Kesehatan DTPK ini diharapkan masyarakat di wilayah terpencil dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih merata, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. (*)