DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Puskesmas Putussibau Selatan Gencarkan Komkel, Ajak Warga Cegah DBD dengan 3M Plus
Putu, Rabu 11 Feb 2026
 
PUSKESMAS PUTUSSIBAU SELATAN -
Puskesmas Putussibau Selatan melaksanakan kegiatan Komunikasi Keliling (Komkel) Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan tema “Cegah DBD dengan 3M Plus” pada Selasa, 11 Februari 2026. Kegiatan ini digelar di sepanjang jalan poros serta sejumlah titik keramaian dan pemukiman padat penduduk di wilayah kerja Puskesmas Putussibau Selatan.
Komkel DBD merupakan salah satu strategi promosi kesehatan (promkes) yang bersifat taktis dan dinamis. Melalui mobil promosi yang dilengkapi pengeras suara atau siaran “woro-woro”, petugas menyampaikan pesan kesehatan secara berulang agar dapat menjangkau masyarakat secara luas, termasuk di wilayah yang sulit mengakses fasilitas layanan kesehatan.
Sasaran kegiatan ini meliputi warga di titik-titik keramaian seperti minimarket, area perkantoran pemerintahan, lingkungan perumahan, hingga perkampungan padat penduduk. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya gerakan 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penyimpanan air, dan Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Novia Rianita, SKM; M. Arifinsyah, SKM; Kosmas Aliap, SKM; Fitria Ningrum, S.Tr.Keb; dan Lia Oktavia, A.Md.Kes. Pelaksanaan penyuluhan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu.
Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan tampak antusias mendengarkan imbauan yang disampaikan. Diharapkan melalui kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mencegah DBD serta mengenali gejala awalnya agar tidak terjadi keterlambatan penanganan. Petugas juga berharap terbentuk budaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat serta kesadaran untuk segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam ke fasilitas kesehatan guna mencegah risiko fase kritis akibat DBD.